Laman

Sabtu, 05 September 2020

JANGAN TERGODA JANDA BOLONG 👍👍👍

Oleh : Hendri Abu Uwais
Why??? 
Karena hanyalah Monkey Bisnis

Monkey business atau bisnis monyet adalah sebutan untuk sebuah perumpamaan strategi bisnis untuk merugikan orang lain dan menguntungkan diri sendiri.
Monkey bussiness termasuk dalam dirty business yang sebaiknya dihindari oleh orang yang ingin belajar berwirausaha.

Gambaran soal monkey Business : 
Suatu hari di sebuah desa, seorang yang kaya raya mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp. 50,000,- per ekor. Padahal monyet disana sama sekali tak ada harganya karena jumlahnya yang banyak dan kerap dianggap sebagai hama pemakan tanaman buah-buahan.

Para penduduk desa yang menyadari bahwa banyak monyet disekitar desa
pun kemudian mulai masuk hutan dan menangkapinya satu persatu.

Kemudian si Orang Kaya membeli ribuan ekor monyet dengan harga Rp
50,000,- . Karena penangkapan secara besar-besaran akhirnya
monyet-monyet semakin sulit dicari, penduduk desa pun menghentikan
usahanya untuk menangkapi monyet-monyet tersebut..

Maka si Orang Kaya pun sekali lagi kembali untuk mengumumkan akan
membeli monyet dengan harga Rp 100,000 per ekor. Tentu saja hal ini
memberi semangat dan "angin segar" bagi penduduk desa untuk kemudian mulai untuk menangkapi monyet lagi. Tak berapa lama, jumlah monyet pun semakin sedikit dari hari ke hari dan semakin sulit dicari, kemudian penduduk pun kembali ke aktifitas seperti biasanya, yaitu bertani.

Karena monyet kini telah langka, harga monyet pun meroket naik hingga
Rp 150,000,- / ekornya. Tapi tetap saja monyet sudah sangat sulit
dicari.

Sekali lagi si Orang Kaya mengumumkan kepada penduduk desa bahwa ia
akan membeli monyet dengan harga Rp 500,000,- per ekor!

Namun, karena si Orang Kaya harus pergi ke kota karena urusan bisnis,
Asisten pribadinya akan menggantikan sementara atas namanya.

Dengan tiada kehadiran si Orang Kaya, si Asisten pun berkata pada
penduduk desa: "Lihatlah monyet-monyet yang ada di kurungan besar yang
dikumpulkan oleh si orang kaya itu. Saya akan menjual monyet-monyet
itu kepada kalian dengan harga Rp 350,000,- / ekor dan saat si Orang
Kaya kembali, kalian bisa menjualnya kembali ke si Orang Kaya dengan
harga Rp 500,000,-
Bagaimana...?"

Akhirnya, penduduk desa pun mengumpulkan uang simpanan mereka, menjual aset bahkan kredit ke bank dan membeli semua monyet yang ada di kurungan.

Namun...

Kemudian...

Mereka tak pernah lagi melihat si Orang Kaya maupun si Asisten di desa itu!

Itulah yang dikatakan orang sebagai  "Monkey Bussiness"
#################################
Hati-hati ya teman teman , jangan terjebak "Monkey Business"

Seperti Janda Bolong,
Seperti ikan Arwana,
Seperti ikan Lohan,
Seperti batu Akik,
Seperti bunga gelombang cinta,
Seperti burung love bird,
Tokek
Koin 1000an gambar sawit dlsb 

Strategi seperti ini biasanya di lengkapi juga dengan propaganda bisnis yang luar biasa dengan cara pameran pameran, seminar seminar dan event besar dengan harga harga yang menggiurkan sehingga masyarakat banyak yang tertarik untuk ikut bermain di dalamnya padahal di event itu aktornya adalah para orang orang  kapitalis yang bersandiwara untuk memikat masyarakat banyak.

Hemart
#Hemart
Jangan tergiur profit yang tidak masuk akal.

Selasa, 21 Mei 2019

Beda Pilihan...

Oleh: Ustadz Yusuf Mansur

Apakah dengan mendukung Jokowi – Ma’ruf Amin berarti saya berlawanan dengan umat Islam? Tentu tidak. Mungkin berlawanan dengan pendukung paslon lain saja. 😊
Apakah dengan mendukung Jokowi Ma’ruf Amin berarti kita tidak patuh pada ulama? Tentu tidak. Mungkin tidak patuh pada tokoh tertentu yang tidak suka kepada atau tidak mendukung Pak Jokowi saja. 😊

Apakah dengan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin berarti Anda mendukung LGBT atau Penistaan Agama? Tentu tidak. Mungkin itu cara pihak tertentu saja yang membuat pilpres ini jadi seolah hitam-putih. Benar-salah. Surga-Neraka. 😊

Apakah dengan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin kita otomatis menjadi dungu dan tidak sehat akalnya? Tentu tidak. Kalau ada yang bilang begitu, cukup tersenyum saja. Senyum kepada orang yang memakimu adalah tanda akal yang bijaksana. 😊

Apakah dengan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin berarti kita zalim, tidak beriman, tidak taat pada al-Quran atau sunnah, bahkan kafir dan terancam masuk neraka? Tentu tidak. Tenang saja, sejauh ini masih tugas malaikat menentukan dan mencatat mana yang baik dan mana yang buruk, kan? Selama masih dihakimi manusia, senyumin aja, doakan semoga yang bilang demikian mendapatkan limpahan rahmat dan keberkahan. Itu cukup. 😊

Apakah dengan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin kita otomatis hina dan tak layak menjadi manusia? Tentu tidak. Tapi tak apa, kita belajar saja bagaimana menjadi manusia yang baik dan ummat yang baik. Apa kata orang, tak berpengaruh pada kualitas diri kita yang sebenarnya. 😊

Apakah dengan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin berarti kita dibayar, pasukan nasi bungkus, penghamba kuasa, penjilat, dan segala yang buruk lainnya? Tentu tidak. Cukup Allah yang memberi rezeki, selama kita tidak meminta apapun dari mereka yang mencaci, kita tak rugi apapun juga. 😊

Apakah dengan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin kita menjadi takut dan surut?

Kawan, tegakkan badanmu, angkat dagumu, berdirilah. Katakan apa yang kau yakini. Ungkapkan apa yang menjadi pilihan hati. Tak usah ragu. Tak usah takut. Tak usah ciut. Kau tak salah apapun juga. Kau berhak dan berdaulat atas pilihanmu sendiri. 😊

Terpenting: Kau tak sendiri, Kawan. Ada kami di sini! 💪🏼

Kepada agama kita taat, kepada ulama kita hormat. Teruslah berbuat baik. Karena sekeras-kerasnya perjuangan adalah tak lelah mengerjakan kebajikan. Dan sehormat-hormatnya perlawanan adalah memeluk mereka yang membencimu dengan pemaafan dan kasih sayang. 🙏

Jakarta, 21 Februari 2019

Sabtu, 10 Juli 2010

Hasil Jepretan Kamera

ABOUT FRIENDS

Tentang sahabat dimana pun engkau berada.
aku bingung bagaimana cara mengungkapkannya. serius. ingin aku ceritakan semua. sampai habis. tak tersisa. akan tetapi, sekali lagi, tangan ini tak sanggup menuliskan semuanya. mulut ini tak kuasa menceritakannya. dan semua anggota tubuhku tak bisa menjelaskan, menggambarkan. kecuali hati ini yang bisa. tapi siapa yang mengetahui isi hati ini? kecuali saya pribadi dan ALLAH SWT.
aku tak tahu bagaimana cara mengunggungkapkan isi hati ini. ada rasa cemburu, iri, dengki, sombong, dan …. ah, aku tak sanggup mengungkapkannya.


entah kenapa apa menuliskan seperti ini? aku tak tahu.
ingin aku menuliskan semua tentang sahabat. sahabat yang aku dambakan. ketika bertemu selalu senyuman yang aku berikan. seluruh cerita aku utarakan. dan semua aku berikan. tapi terkadang aku marah padanya. ketika aku tahu dia bukan lagi sahabat yang aku inginkan. karakternya, sifatnya, tingkah lakunya, dan semuanya. tapi aku masih ingin dia sebagai sahabatku. aku hanya dia mengerti apa yang ada dalam hati ini. yah, hati ini yang dalam.






Untuk Sahabat
sahabatku………
seberat apapun masalahmu
sekelam apapun beban hidupmu
jangan pernah berlari darinya
ataupun bersembunyi
agar kau tak akan bertemu dengannya
atau agar kau bisa menghindar darinya
karena sahabat…..
seberapa jauhpun kau berlari
dan sedalam apapun kau bersembunyi
dia pasti akan menemuimu
dalam sebuah episode kehidupanmu
sahabatku……
alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang
persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati
dan mengkilapnya lantai nuranimu
hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi
ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
ditambah sedikit penganan keteguhan
sahabat…….
dengan begitu
sepulangnya ia dari rumahmu
akan kau dapati
dirimu menjadi sosok yang tegar
dalam semua keadaan
dan kau pun akan mampu dan lebih berani
untuk melewati lagi deraan kehidupan
dan yakinlah sahabat……..
kaupun akan semakin bisa bertahan
kala badai cobaan itu menghantam